Bisnis  

DKI kemarin, cacar monyet hingga warga diminta tak diskriminasi ODHA

Bni Griya Exo – Lima berita seputar DKI Jakarta, dari soal penemuan kasus cacar monyet di Jakarta Selatan hingga warga diminta jangan mendiskriminasi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), cukup menarik perhatian publik pada Selasa (31/10).

Berikut rangkumannya:

1. Dinkes temukan tujuh kasus cacar monyet di Jakarta Selatan

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Yudi Dimyati mengungkapkan, pihaknya menemukan tujuh kasus cacar monyet (monkey pox/pox) di wilayah tersebut dan saat ini pasien menjalani perawatan serta isolasi di rumah sakit.”Semua pasien sudah dirawat isolasi di RSUD di Jakarta Selatan dan RSPI Sulianti Saroso,” ujar Yudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.Yudi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pola hidup sehat guna melindungi diri dari penyakit tersebut.

2. Sudinkes Jaksel sudah vaksinasi 189 warga untuk cegah cacar monyet

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan sudah memvaksinasi 189 warga untuk mencegah penyebaran penyakit cacar monyet (monkey pox/ Mpox).”Sudah kami lakukan sejak tanggal 23 Oktober sampai 30 Oktober. Saat ini sudah selesai pelaksanaan dan sedang dievaluasi oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta,” kata Kepala Sudinkes Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.Yudi mengatakan vaksinasi Mpox tak dilakukan secara terbuka dan hanya melalui poliklinik layanan HIV, IMS, dan LSM pencari populasi-populasi kunci.

3. Babinsa selamatkan ibu dan anak dari TKP penemuan mayat di Koja

Babinsa Koramil 01 Koja Kodim 0502 Jakarta Utara Sersan Dua Bambang Dwi Ratmoko menyelamatkan ibu dan anak di sebuah rumah tempat penemuan mayat,Jalan Balai Rakyat V, Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (28/10).Kejadian bermula saat anggota TNI dari Koramil 01 Koja itu selesai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda, tiba-tiba seorang warga menghubunginya terkait adanya rumah warga yang tercium bau busuk.

4. Ketua DPRD DKI ingatkan Pemilu 2024 lebih penting dari Formula E

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lebih penting daripada balap mobil listrik internasional, Formula E 2024.”Mungkin ada situasi politik Pemilu ya, harus dihargai juga itu lebih penting daripada Formula E, kalau menurut saya,” kata Prasetio kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

​​​​​​​5. KPA Jakbar minta warga tidak diskriminasi penderita HIV/AIDSKomisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Barat meminta warga tidak mendiskriminasi penderita atau orang dengan HIV/ AIDS (ODHA), menyusul adanya temuan kasus semacam itu di Cengkareng Timur dan Duri Kepa, Jakarta Barat.”Ada kasus ODHA di Cengkareng Timur dan Duri Kepa mau diusir keluarganya,” kata Sekretaris KPA Kota Jakbar, Soekarno dalam workshop bertajuk “Membangun Kemitraan Dalam Pembiayaan Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/ AIDS) di Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!