Liga Voli Korea – Dilumat Legenda Korsel, Pelatih Tim No 1 Merana karena Absennya Pemain Thailand

Bni Griya Exo – Hyundai E&C Hillstate takluk di tangan oleh rival terdekat mereka yakni Incheon Heungkuk Life Pink Spiders pada laga yang dihelat di Suwon Gymnasium, Suwon, Senin (12/2/2024).

Tak tanggung-tanggung, tim yang sempat merasakan tujuh kemenangan beruntun itu kalah tiga set langsung dengan skor 14-25, 18-25, 20-25.

Ada dua pemain yang sama-sama mencetak 17 poin sekaligus yang tertinggi pada laga tersebut yakni Laetitia Moma Bassoko dari tim tuan rumah dan Kim Yeon-koung dari tim tamu.

Hasil ini membuat mereka sudah menelan dua kekalahan dari empat pertandingan pada putaran kelima Liga Voli Korea.

Meskipun kekalahan itu tak memberikan pengaruh apapun bagi Hyundai E&C Hillstate yang masih bertengger sebagai tim nomor 1 pada klasemen sementara.

Mereka masih memimpin dengan selisih tiga poin atas Pink Spiders.

Akan tetapi, hasil minor tersebut seperti menjadi pukulan bagi E&C Hillstate jelang memasuki putaran terakhir Liga.

Pelatih E&C Hillstate, Kang Sung-hyung terlihat muram saat menghadari sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Dia mengakui kekuatan serangan mereka agak berkurang dengan absennya salah outside hitter andalan asal Thailand, Wipawee Srithong.

Wipawee ternyata masih harus beristirahat lebih banyak usai pada pertandingan terakhir kontra GS Caltex Seoul KIXX mengalami cedera pada bagian pundaknya.

“Kami kewalahan. Kami harus merenung. Konsentrasi kami di awal pertandingan sangat mengecewakan.”

“Kami tidak dapat memanfaatkan setiap peluang yang kami miliki dan terus kebobolan dari lawan.”

“Dari receive hingga mengumpan, kami memainkan bola voli di bawah standar,” ujarnya.

Tiga penyerang domestik yakni Jeong Ji-yun, Go Ye-rim, dan Kim Ju-hyang dinilai masih belum cukup untuk mengangkat performa tim.

Ketiganya yang bertugas menggantikan peran Wipawee sebagai juru gedor hanya mampu mengumpulkan 9 poin melalui bola serangan.

“Ketiganya memiliki efisiensi yang negatif dalam menerima dan menyerang. Kami mencoba mencari terobosan, tetapi sulit karena situasinya sama,” ujarnya.

“Ini relatif, tapi servis Heungkuk Life bagus, jadi penerimaan kami terlalu goyah dan sulit bagi Moma sendiri. Kami harus meningkatkan penerimaan kami,” tegasnya.

Selanjutnya, pelatih Hillstate itu masih belum bisa memastikan apakah Wipawee Srithong sudah bisa tampil saat menghadapi Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass pada Sabtu (17/2/2024).

“Kami harus menunggu dan melihat, tetapi kami harus mempertimbangkan kondisi bahunya,” kata Kang Sung-hyung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!